Trackday untuk pertama kali

Apa sih yang dirasa saat pertama kali turun ke circuit? Deg-degan? Excited? Takut? Ya, semua itu saya rasakan saat pertama kali mencicipi aspal sirkuit Gerrymang Subang kala itu.

Semua berawal dari seorang teman yang mengajak saya untuk mencoba motor di sirkuit. Mendengar ajakan itu tentu saja langsung saya terima ajakannya tanpa berpikir panjang *karena gak punya pikiran*.

Melihat kalender dan waktu masih ada sekitar beberapa Minggu saya pun langsung menyiapkan motor agar tidak bikin malu saat disana *dan ternyata tetap malu-maluin*.

Tidak ada persiapan khusus *cuma ganti roller sama modif rumah kopling*, yang dilakukan hanya mencopot beberapa part yang bisa dicopot *gak bawa kunci-kunci*.

Setelah melewati beberapa lap akhirnya badan ini mulai tidak kaku lagi dan lap time semakin cepat *tapi tetap saja ditinggal jauh*. Seiring semakin cepatnya lap time bunyi-bunyian aneh pun semakin banyak terdengar. Seperti saat belok kiri suara standar samping yang bergesekan, dan saat belok kanan suara dek bawah motor yang terparut aspal.

Sempat beberapa kali “dog fight” dengan beberapa motor tapi karena tahu batasan dan kekuatan motor akhirnya disalip sama yang lain *soalnya kalo rem panas ngeblong*.

Tapi terlepas dari pembuktian motor yang dipakai ternyata pelan ternyata bermain di sirkuit sangat menyenangkan. Selain memacu adrenalin di sini kita juga dapat mengulik sesuatu. Misalnya untuk mengetahui posisi badan, jalur, buka tutup gas, dan yang penting pengereman.

Setelah puas mempermalukan diri di track kami pun berkumpul untuk foto dan membully satu sama lain.

Setelah trackday saya pun tersadar kalau untuk kebut-kebutan memang harus pada tempatnya 🙈

Advertisements

MiGo, motor listrik instant

Beberapa bulan ini di jalanan banyak berkeliaran motor listrik berwarna kuning. Hal ini tentu membuat saya penasaran terlebih lagi ada tulisan “Rp. 3.000 / 30 menit” pada body sampingnya, singkat cerita saya pun bersebelahan dengan orang yang naik motor listrik ini tanpa basa-basi saya pun langsung bertanya kepadanya.

Me : bro, ini apaan sih? Sewa apa beli?

Mas : ini MiGo mas, bisa disewa kok pakai aplikasi

Me : sewa dimana?

Mas : banyak tuh di Kemang

Setelah puas menanyai orang yang udah naik, saya pun langsung install aplikasi MiGo untuk nyewa motor listrik ini. Untuk daftar awal kita harus foto KTP dan foto selfie dengan KTP *kaya mau daftar CPNS* proses verifikasi data beberapa jam dan voila kita langsung dapat nyewa motor listrik di sekitar kalian. Oiya untuk pertama daftar kita dapat saldo sebesar Rp. 20.000 lumayan lah buat naik motor listrik 3 jam.

Continue reading “MiGo, motor listrik instant”

Nikmati Kopi, Tempat Ngopi Dekat Kantor

Siang hari pas break emang waktu yang paling cocok buat minum kopi. Karena stok kopi *sachet* di kantor habis akhirnya saya memutuskan keluar buat mencari tempat kopi disekitar kantor.

Seperti biasa ritual pertama yang saya lakukan kalo nyari tempat makan yaitu buka aplikasi Go-Jek dan ngintip di Go-Food buat tau tempat makan yang ada di sekitar. Setelah ketemu baru deh buka Google Maps buat cari lokasinya *agak ribet tapi itu works*.

Oke skip tentang bagaimana saya menemukan tempat ini, intinya tempat ini hampir sering dilewati tapi gak pernah sadar ada tempat kopi di sini. Petunjuk untuk ke tempat ini cuma satu yaitu papan dengan tulisan “Nikmati Kopi” ini.

img_20181113_1531255296722946500506191.jpg

Awalnya sedikit ragu pas masuk gang dengan tulisan tersebut. Tapi pas jalan masuk beberapa meter akhirnya ketemu gerobak di depan rumah, karena takut salah tempat saya pun bertanya sama penjaganya.

Continue reading “Nikmati Kopi, Tempat Ngopi Dekat Kantor”

Samsat Drive thru, lebih cepat daripada pesan makan

Gak kerasa motor bongsor ini sudah berumur 2 tahun, tiap ulang tahun motor tuh pasti ritual wajibnya ya bayar pajak. Bayar pajak kendaraan pasti jadi hal yang menakutkan buat sebagian orang kebayang kan antrian panjang dan suara dari calo yang menggoda supaya cepat selesai.

Membayangkan hal itu saja saya sudah capek dan pasti bakal bosan buat nunggu dan pindah-pindah loket. Setelah browsing sana-sini dan karena beberapa kali sempat lihat Samsat Drive thru akhirnya saya putuskan untuk mencobanya.

Continue reading “Samsat Drive thru, lebih cepat daripada pesan makan”